Rabu
Ilmu Pembersih Hati
Oleh:Aa' Gym Ada sebait do'a yang di ajarkan Rasulullah SAW dan di sunnahkan untuk di panjatkan kepada Allah Azza wa Jalla sebelum seseorang hendak belajar.
Do'a tersebut berbunyi: Allahummanfa'nii bimaa allamtani wa'allimnii maa yanfa'uni wazidnii ilman maa yanfa'unii.Dengan do'a ini seorang hamba berharap dikaruniai oleh-Nya ilmu yang bermanfaat.
Apakah hakekat ilmu yang bermanfaat itu? Secara syariat,suatu ilmu di sebut bermanfaat apabila mengandung maslahat,memilki nilai-nilai kebaikan bagi sesama manusia ataupun alam. Akan tetapi, manfaat tersebut menjadi kecil artinya bila ternyata tidak membuat pemiliknya semakin merasakan kedekatan kepada Dzat Maha Pemberi Ilmu, Allah Azza wa Jalla. Dengan ilmunya ia mungkin meningkat derajat kemuliaannya di mata manusia, tetapi belum tentu meningkat pula di hadapan-Nya.
Hal lain yang hendaknya kita kaji dengan seksama adalah bagaimana caranya agar kita dapat memperoleh ilmu yang sinar cahayanya dapat meluas di dalam dada serta dapat membuka penutup hati? Imam syafii ketika masih menuntut ilmu, pernah mengeluh kepada gurunya. "Wahai,Guru.Mengapa ilmu yang sedang kukaji ini susah sekali memahaminya dan bahkan cepat lupa?" Sang Guru menjawab, "ilmu itu ibarat cahaya.Ia hanya dapat menerangi gelas yang bening dan bersih." Artinya, ilmu itu tidak akan menerangi hati yang keruh dan banyak maksiatnya.
Karenanya, jangan heran kalau kita dapati orang yang rajin mendatangi majelis-majelis taklim dan pengajian,tetapi akhlak dan perilakunya tetap buruk. Mengapa demikian? itu di karenakan hatinya tidak dapat terterangi oleh ilmu. Laksana air kopi yang kental dalam gelas yang kotor. Kendati di terangi dengan cahaya sekuat apapun, sinarnya tidak akan bisa menembus dan menerangi isi gelas. Begitulah kalau kita sudah tamak dan rakus kepada dunia serta gemar maksiat,maka sang ilmu tidak akan pernah menerangi hati.
Padahal, kalau hati kita bersih, ia ibarat gelas yang bersih di isi dengan air yang bening. Setitik cahaya pun akan mampu menerangi seisi gelas. Maka usahakanlah ketika menimba ilmu, hati kita selalu dalam keadaan bersih. Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari ketamaan terhadap urusan dunia dan tidak pernah di gunakan untuk menzalimi sesama. Semakin hati bersih, kita akan semakin di pekakan oleh Allah untuk bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Dari manapun ilmu itu datangnya. Di samping itu, kita pun akan di beri kesanggupan untuk menolak segala sesuatau yang akan membawa mudharat.
Sebaik-baik ilmu adalah yang bisa membuat hati kita bercahaya. Karenanya, kita wajib menuntut ilmu sekuat-kuatnya yang membuat hati kita menjadi bersih, sehingga ilmu-ilmu yang lain (yang telah ada dalam diri kita) menjadi bermanfaat.
Bila mendapat air yang kita timba dari sumur tampak keruh, kita akan mencari tawas (kaporit) untuk menjernihkannya. Demikian pun dalam mencari ilmu. Carilah ilmu yang bisa menjadi "tawas"nya supaya kalau hati sudah bening, ilmu-ilmu lain yang kita kaji bisa di serap seraya membawa manfaat.
Mengapa demikian? Sebab, dalam mengkaji ilmu apapun, kalau kita sebagai penampungnya dalam keadaan kotor dan keruh, maka tidak bisa tidak ilmu yang di dapatkan hanya akan menjadi alat pemuas nafsu belaka. Sekirannya dalam keadaan hati busuk, jangan heran kalau hanya membuat diri kita takabur,merasa diri paling shalih,dan menganggap orang lain sesat.
Kita lahir kedunia tidak membawa apa-apa dan bila datang saat ajal pun pastilah tidak membawa apa-apa. Mengapa harus ujub, riya, takabur dan sum'ah? Merasa diri besar, sedangkan yang lain kecil.Merasa diri lebih pintar sedangkan yang lain bodoh. Itu semua hanya karena sepersekian dari setetes ilmu yang kita miliki! Padahal bukankah ilmu yang kita miliki pada hakekatnya adalah titipan Allah jua, yang sama sekali tidak sulit bagi-Nya untuk mengambilnya kembali dari kita?
Subhanallah! Mudah-mudahan kita di mudahkan oleh-Nya untuk mendapatkan ilmu yang bisa menjadi penerang dalam kegelapan dan menjadi jalan untuk dapat lebih bertaqarub kepada-Nya.
Majalah Yatim Edisi No.5 th.XV,Syawal 1431 /September 2010 .Dan dipublikasikan kembali oleh RumahKu SurgaKu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar